karena hitam ada putih, karena siang ada malam maka peciku miring ke kiri dan ke kanan

Aktor kehidupan







hidup adalah perjuangan, berjuang menantang kerasnya ombak yang memecahkan karang,
mereka yang lemah dan tak mampu bertahan akan lenyap ibarat
semut yang di kejar gajah jika tak berlari cepat maka akan terinjak-injak. layaknya pepatah yang mengatakan "malas tertindas lamban tertinggal berhenti mati".
ea begitulah hidup ini
orang2 peninggi dan para pejabat tak pernah puas dengan pendapatan mereka yang melimpah, para pedagang tak pernah puas sebelum barang dagangannya habis terjual.
seakan di dunia ini tak ada yang berkelebihan namun semua manusia itu selalu berkekurangan karna besarnya ketamakan.






harta dan jabatan sudah menjadi senjata untuk menindas
orang2 terkenal kadang tak mau mengenal orang lain walaupun mereka mengenalinya.
semua ini hanyalah buramnya cermin dari sinar retaknya yang selalu membodohi bahkan menghantui dari setiap sisi kehidupan yang modern ini.
orang terkaya yang mempunyai banyak harta pun meraka belum tentu bahagia
orang yang tak ber uang pun meraka belum tentu sengsara
karna hidup itu tak dapat kita ukur dengan tingginya tahta dan banyaknya harta namun semua itu kembali ke hati yang selalu membisiki kita pada kebaikan.
kita sadar bahwa kesempurnaan itu milik tuhan namun kebaikan itu dapat kita miliki
untuk menjadi yang terbaik di antara manusia.
hidup ini ibarat sandiwara
aktor terbaik dalam sandiwara pentas ini bukanlah mereka yang berperan sebagai bintangnya namun mereka yang dapat menjiwai pada perannya.


"bersyukurlah niscaya Allah akan selalu menambahkannya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar